Emas sejak lama dikenal sebagai salah satu instrumen investasi paling populer, karena nilainya cenderung stabil. Serta mampu melindungi kekayaan dari inflasi.
Namun ketika ingin mulai berinvestasi, muncul satu pertanyaan yang cukup sering dibahas lebih baik investasi emas perhiasan atau logam mulia?
Pertanyaan ini wajar muncul, terutama bagi pemula yang baru mengenal dunia investasi emas. Nah, agar tidak salah langkah, mari kita bahas secara lengkap perbandingan keduanya.
Memahami Perbedaan Emas Perhiasan dan Logam Mulia
Sebelum membahas lebih jauh tentang lebih baik investasi emas perhiasan atau logam mulia, penting untuk memahami terlebih dahulu perbedaan dasar dari kedua jenis emas ini.
Emas perhiasan adalah emas yang telah dibentuk menjadi berbagai aksesori seperti cincin, gelang, kalung, atau anting. Biasanya kadar emasnya berkisar antara 18 hingga 23 karat. Artinya, emas tersebut tidak sepenuhnya murni karena dicampur dengan logam lain agar lebih kuat dan tahan gores.
Sementara itu, logam mulia adalah emas batangan dengan tingkat kemurnian yang sangat tinggi, yaitu sekitar 99,99 persen. Emas jenis ini biasanya dilengkapi dengan sertifikat resmi yang menjelaskan kadar, berat, serta keasliannya.
Perbedaan kadar dan tujuan penggunaan inilah yang membuat keduanya memiliki nilai investasi yang berbeda.
Kelebihan Investasi Emas Perhiasan
Banyak orang memilih emas perhiasan karena memiliki nilai estetika sekaligus bisa dipakai dalam berbagai kesempatan. Selain menjadi aset, perhiasan juga berfungsi sebagai aksesori yang dapat digunakan sehari-hari.
Keunggulan inilah yang membuat perhiasan sering dianggap sebagai bentuk investasi yang praktis.
Selain itu, emas perhiasan juga cukup mudah dijual kembali karena hampir semua toko emas menerima pembelian perhiasan, bahkan bisa dijual langsung kepada orang lain tanpa proses yang rumit.
Kekurangan Investasi Emas Perhiasan
Meski tampak menarik, emas perhiasan juga memiliki beberapa kekurangan jika dilihat dari sisi investasi. Salah satu yang paling terasa adalah adanya biaya pembuatan atau ongkos desain yang biasanya sekitar 15–20 persen dari harga emas.
Biaya ini digunakan untuk proses desain dan pengerjaan perhiasan, namun tidak dihitung kembali saat dijual. Akibatnya, harga jual perhiasan sering kali lebih rendah dari harga belinya.
Selain itu, kadar emas pada perhiasan juga umumnya lebih rendah karena dicampur dengan logam lain. Hal ini membuat kenaikan nilainya tidak seoptimal emas murni seperti logam mulia.
Kelebihan Investasi Logam Mulia
Jika tujuan utamanya adalah investasi jangka panjang, logam mulia sering dianggap sebagai pilihan yang lebih tepat. Hal ini karena emas batangan memiliki tingkat kemurnian sangat tinggi, sekitar 99,99 persen, sehingga harganya mengikuti pergerakan harga emas global.
Inilah alasan mengapa dalam pembahasan lebih baik investasi emas perhiasan atau logam mulia, emas batangan sering dinilai lebih unggul. Selain itu, logam mulia juga memiliki likuiditas tinggi karena mudah dijual kembali ke Pegadaian atau toko emas resmi dengan harga yang biasanya mendekati pasar.
Keunggulan lainnya, emas batangan tidak memiliki biaya desain seperti perhiasan. Artinya, uang yang dikeluarkan benar-benar digunakan untuk membeli emas murni sebagai investasi.
Kekurangan Investasi Logam Mulia
Walaupun memiliki banyak keunggulan, logam mulia tetap memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan.
Berbeda dengan perhiasan, emas batangan tidak bisa dipakai sebagai aksesori karena memang ditujukan khusus untuk investasi atau penyimpanan nilai. Selain itu, penyimpanannya juga harus diperhatikan dengan baik, misalnya di brankas pribadi atau safe deposit box agar lebih aman.
Saat ingin menjualnya kembali, biasanya juga diperlukan pengecekan sertifikat untuk memastikan keasliannya. Proses ini sebenarnya tidak sulit, tetapi bisa sedikit lebih lama dibandingkan menjual emas perhiasan.
Jadi, Lebih Baik Investasi Emas Perhiasan Atau Logam Mulia?
Jika kembali ke pertanyaan utama, lebih baik investasi emas perhiasan atau logam mulia, jawabannya sebenarnya bergantung pada tujuan Anda.
Jika tujuan utama adalah investasi jangka panjang dan ingin mendapatkan kenaikan nilai yang optimal, logam mulia biasanya menjadi pilihan yang lebih tepat.
Namun jika Anda menginginkan emas yang bisa dipakai sekaligus disimpan sebagai aset, maka perhiasan bisa menjadi pilihan. Meski potensi keuntungannya tidak sebesar logam mulia, perhiasan tetap memiliki nilai jual. Karena itu, penting untuk menentukan prioritas sejak awal.
Kenapa Logam Mulia Lebih Direkomendasikan untuk Pemula
Logam mulia atau emas batangan sering dianggap sebagai pilihan terbaik bagi pemula yang ingin mulai berinvestasi emas. Berikut beberapa alasan yang membuat logam mulia lebih sering direkomendasikan.
1. Kemurnian Tinggi dan Nilai Lebih Stabil

Emas batangan memiliki kadar kemurnian sekitar 99,99 persen. Karena hampir tidak memiliki campuran logam lain, harganya mengikuti harga emas dunia atau spot price secara langsung.
Hal ini membuat kenaikan nilainya cenderung lebih optimal dalam jangka panjang. Berbeda dengan perhiasan yang biasanya memiliki biaya pembuatan sekitar 15–20 persen, emas batangan tidak memiliki biaya desain sehingga nilainya lebih murni sebagai investasi. Inilah salah satu alasan utama dalam perbandingan lebih baik investasi emas perhiasan atau logam mulia.
2. Mudah Dijual Kembali

Keunggulan lain dari logam mulia adalah kemudahan saat ingin menjualnya kembali. Emas batangan bisa dijual ke Pegadaian, toko emas resmi, atau lembaga keuangan lainnya dengan harga yang biasanya mendekati harga pasar.
Prosesnya juga lebih sederhana karena emas batangan memiliki sertifikat resmi yang memudahkan verifikasi. Berbeda dengan perhiasan yang sering dipengaruhi desain dan kadar emasnya saat menentukan harga jual.
Baca Juga: Rekomendasi Emas yang Bagus Untuk Investasi & Cara Memilihnya
3. Bisa Dimulai dengan Modal Kecil

Banyak orang mengira investasi emas harus dimulai dengan dana besar. Padahal saat ini emas batangan tersedia mulai dari ukuran 1 gram sehingga lebih mudah dijangkau.
Selain itu, pembelian juga bisa dilakukan melalui berbagai platform terpercaya, termasuk layanan digital atau metode COD yang dinilai lebih aman bagi sebagian orang. Karena berbentuk emas murni, logam mulia juga lebih mudah dihitung dalam perencanaan zakat bagi investor yang mempertimbangkan aspek syariah.
4. Risiko Lebih Terkontrol dengan Strategi DCA

Agar investasi lebih stabil, banyak investor menggunakan strategi Dollar Cost Averaging (DCA). Cara ini dilakukan dengan membeli emas secara rutin dalam jumlah kecil setiap bulan.
Strategi ini membantu mengurangi risiko fluktuasi harga karena pembelian dilakukan secara bertahap. Selain itu, emas batangan juga lebih aman disimpan dibandingkan perhiasan yang sering dipakai sehari-hari dan berisiko hilang.
Dengan berbagai kelebihan tersebut, tidak heran jika dalam banyak pembahasan tentang lebih baik investasi emas perhiasan atau logam mulia, emas batangan sering menjadi pilihan utama bagi pemula yang ingin berinvestasi secara lebih aman dan terarah.
Baca Juga: Cari Aplikasi Investasi Emas Terbaik? Ini yang Support COD
Investasi Sesuai Tujuanmu
Pertanyaan lebih baik investasi emas perhiasan atau logam mulia sebenarnya memiliki jawaban yang cukup jelas jika dilihat dari tujuan finansial.
Emas perhiasan cocok bagi kamu yang ingin memiliki aksesori sekaligus aset bernilai. Namun jika fokus utama adalah investasi dan menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang, logam mulia cenderung lebih menguntungkan.
Bagi pemula yang masih ragu lebih baik investasi emas perhiasan atau logam mulia, tidak perlu langsung membeli dalam jumlah besar. Mulailah dari ukuran kecil, lakukan pembelian secara rutin, dan simpan emasmudengan aman. Dengan cara ini, investasi emas bisa menjadi langkah sederhana untuk membangun stabilitas finansial di masa depan.

